Search
  • Vulcan Teknologi

Studi Kasus PRIEDS dalam bidang Konveksi

Implementasi sistem PRIEDS telah dilakukan di berbagai bidang di Indonesia. Salah satu bidang yang telah menggunakan sistem PRIEDS adalah konveksi. Konveksi merupakan bidang bisnis yang fokus dalam pembuatan pakaian baik baju maupun celana dari bahan kain seperti kain sablon dan lainnya. Dalam penerapan sistemnya, konveksi membutuhkan sistem untuk penginputan barang masuk, inventory, produksi, pembelian dan penjualan.


Flow bisnis dalam konveksi dimulai dari pembelian bahan yang dibutuhkan untuk membuat pakaian. Bahan yang sudah dipesan akan dikirimkan dalam bentuk gulungan yang memiliki berat berbeda setiap gulungan. Sebagai contoh : kita memesan kain sablon 100 kg, akan tetapi pada saat datang bisa terdiri dari 4 gulungan. (Gulungan A : 20 kg, Gulungan B : 25 kg, Gulungan C : 15 kg dan Gulungan D : 40 kg). Dari bahan yang sudah ada, akan dibuatkan pola pakaian. Flow produksi dari konveksi adalah : potong, jahit, sablon, bordir, packaging. Setelah pakaian jadi, pakaian akan dipindahkan dari gudang ke toko untuk dijual.


Sistem pemasukan barang merupakan gerbang pertama dalam implementasi sistem di bidang bisnis konveksi. Dengan sistem pemasukan barang yang benar, maka total kain dengan berat total akan bisa dipecah menjadi beberapa gulung kain. Sistem pemasukan barang ini juga harus terkoordinasikan dengan sistem pembelian. Dalam sistem pembelian memiliki dua flow. Flow pertama adalah pembelian langsung atau pembuatan PO. Flow kedua adalah permintaan barang dari gudang. Dari permintaan barang dari gudang ini, maka bisa dibuatkan PO.



Gambar 1. Sistem Pemasukan Barang


Sistem berikutnya adalah sistem produksi. Dalam sistem produksi, terdapat rencana produksi untuk menginput apa saja yang dibutuhkan dan akan dihasilkan dalam suatu produksi. Setelah penginputan rencana produksi, maka kita akan menginput jumlah sebenarnya dari material yang akan dipakai dan jumlah dari hasil yang akan dihasilkan. Jika terdapat produk cacat, maka bisa diinput di sistem produksi ini. Produk jadi yang telah berhasil, akan mengupdate nilai modal dari barang dan memasukan stok ke dalam sistem gudang.


Di sistem gudang, maka kita bisa melihat total aset dari bahan material, barang setengah jadi dan barang jadi kita. Perpindahan stok dari satu gudang ke gudang lainnya juga bisa dicek. Barang jadi yang sudah siap, bisa dijual melalui gudang atau dipindahkan ke toko untuk dijual di toko. Sistem PRIEDS juga sudah menyediakan sistem perindahan gudang.


Selain sistem itu, sistem akuntansi juga sangat dibutuhkan oleh bisnis konveksi. Akuntansi yang paling dibutuhkan adalah laporan laba rugi dan laporan utang piutang dari pemasok dan pelanggan. Dengan sistem tersebut, maka para pebisnsi konveksi bisa mengatur keuangan mereka.

2 views0 comments